BEATA ROSALIA RENDU

Suster Rosalia Rendu menjadi sosok yang agung dan menonjol pada permulaan abad ke-19 di Paris. Dia dikasihi dan dihormati oleh semua penduduk yang tinggal di kawasan miskin Mouffetard.

Ia lahir pada tanggal 9 September 1786 di. Selama masa pergolakan yang menyusul Revolusi Perancis, rumah keluarganya dipergunakan untuk menampung dan menyembunyikan para imam yang mengalami penganiayaan. Dalam suasana keagamaan yang sarat dengan kesulitan inilah, Suster Rosalia bertumbuh dan menjadi dewasa.

Pada tanggal 25 Mei 1802, ia masuk seminari Puteri Kasih di Paris. Kemudian ia dikirim ke komunitas Puteri Kasih di kawasan Mouffetard yang merupakan salah satu daerah termiskin di Paris saat itu. Ketika dipilih menjadi Suster Abdi di komunitasnya pada tahun 1815, ia meneguhkan para susternya dengan kata-kata ini “Orang-orang miskin akan mencaci maki kalian. Semakin mereka berlaku kasar, maka kalian perlu bersikap sopan. Ingatlah bahwa Tuhan kita tersembunyi di balik orang-orang ini.”

Ia menanggapi beragam kebutuhan kaum miskin yang meliputi anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan, ibu-ibu keluarga yang sarat dengan beban berat keluarganya, para pekerja yang dilindas oleh pekerjaan kasar, dan para manula yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Suster Rosalia tahu bagaimana harus meminta bantuan kepada para rekan kerja yang berkom-peten. Ia mengajak para mahasiswa yang sedang belajar di Universitas Sorbonne untuk mengunjungi kaum miskin. Kelak, ia pun akan menjadi penasihat Beato Frederik Ozanam pada waktu pendirian Serikat Santo Vinsensius (SSV).

Pada waktu pecah kerusuhan sosial di bulan Juli 1830 dan di bulan Februari 1848, Suster Rosalia tidak ragu-ragu melangkahkan kakinya menembus barikade militer untuk memberikan pertolongan kepada mereka yang terluka, tanpa memandang di pihak mana mereka itu. Ia tidak menyurutkan langkahnya menghadapi kepala kepolisian yang menuduhnya menolong para perusuh. Banyak orang mengagumi keberanian dan hatinya yang lepas bebas. Penduduk Paris pun sangat terkesan oleh dedikasinya dan pelayanan para suster sekomunitasnya ketika kota itu diserang wabah penyakit kolera pada tahun 1832 dan 1849.

Suster Rosalia wafat pada tanggal 7 Februari 1856. Wafatnya membangkitkan rasa duka yang mendalam di semua kalangan sosial di Paris. Prosesi pemakamannya memperlihatkan keagungan sosok Puteri Kasih yang rendah hati ini. Makamnya, yang terletak di pemakaman Montparnasse, terus menerus dibanjiri dengan karangan bunga para pengunjung. Suster Rosalia Rendu dinyatakan sebagai ‘beata’ oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 9 November 2003.

Rm. Bastian CM

Rm. Bastian CM adalah imam Kongregasi Misi (CM). Pastor Rekan Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *