60 Tahun Konggregasi Maria Bagian Pemudi “Santa Maria yang diangkat kesurga” Paroki Kepanjen – Surabaya

Per Mariam ad Jesum.

Sebelum memulai karangan ini hendaknya kami mengucap syukur kepada Tuhan atas segala rahmat, yang telah dikaruniakanNya kepada Konggregasi Maria Bagian Pemudi ‘Santa Maria yang diangkat kesurga” selama enam puluh tahun ini. Menjadi doa kami, semoga pada masa yang masih didepan kita, rahmat Tuhan dan berkat Santa Perawan Maria senantiasa menyertai Konggregasi Maria tersebut.

Pada tanggal 25 Agustus 1901oleh Rama A.H. Nolthenius de Man SJ didirikan suatu Konggregasi Maria Bagian Pemudi yang bergelar “Santa Maria yang diangkat kesurga” dengan pelindung kedua Santo Aloysius dari Gonzaga.

Pertemuan pertama diadakan dikapel Suster-suster Ursulin pada tanggal tersebut dan dikunjungi oleh 32 pemudi, suatu jumlah yang pada jaman itu telah dianggap besar sekali. Pada hari itu juga disusun Badan Pengurus meskipun penerimaan resmi anggota-anggota belum dilangsungkan. Badan Pengurus pertama Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” itu tersusun sebagai berikut :

Pemimpin                                                           : Rama A.H. Nolthenius de Man SJ di bantu oleh Mere Georgine

Prefek                                                                  : Nn. Josephine Kivit

Pembantu pertama                                        : Nn. Julie Coors

Pembantu kedua merangkap Penulis     : Nn Henriette van den Bos.

Bendahari                                                           : Nn. Wilhelmina Suidgeest

Anggota-anggota                                             : Nn. Josephine Welter, Nn. Margaretha Karthaus, Nn. Mathilde van Driessche, Nn Louise Pereira, Nn. Marie Rapmund, Nn. Louise Levers dan Nn. Marie Levers.

Upacara Penerimaan Resmi anggota-anggota Badan Pengurus tersebut diselenggarakan pada tanggal 27 April 1902, sedang penerimaan resmi calon-calon anggota dilakukan pada tanggal 25 Mei 1902. Itulah dapat dinamakan penyerahan diri pertama anggota-anggota Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga”.

Pada bulan Mei 1904 Konggregasi Maria ini menyaksikan konggreganis-konggreganis pertama memenuhi panggilan Tuhan untuk hidup membiara. Pemudi-pemudi tersebut yang menjadi Suster-suster Ursulim ialan Nn. Josephine Kivit (prefek pertama) dan Nn. Marie Levers. Nn. Kivit terkenal sebagai Mere Ignace. Kedua pemudi ini yang menjadi pelopor Konggregasinya tidak mengetahui, bahwa teladan mereka untuk hiduo membiara akan diikuti banyak anggota-anggota lain.

Pada bulan Juli 1906 dokumen-dokumen aggregasi telah tiba di Roma. Ini berarti, bahwa Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” digabungkan pada Prima Primaria dan dengan demikian dianggap sah dan mendapat semua hak yang dianugerahkan pada Prima Primaria tersebut.

Pada tanggal 23 dan 25 Maret 1917 Konggregasi-konggregasi Maria baik Bagian Pemudi maupun Pria dan Pemuda mengadakan suatu aksi doa dengan maksud untuk memperoleh perdamaian dunia.

Pada tanggal 22 Agustus 1926 Konggregasi ini merayakan hari ulang tahun peraknya. Misa Tripria dipersembahkan oleh Pemimpin pertama Rama A.H. Nolthenius de Man SJ dibantu oleh Rama C. Klamer CM dan Rama ter Veer CM. Selesai Misa, diadakan pesta sedangkan pada sore harinya dilangsungkan upacara penerimaan resmi beberapa calon anggota. Yang hadir juga pada perayaan ini ialah Rama F.W.W.J. Fleerakkers SJ, bekas Pemimpin dan Mere Ignace, Prefek pertama, pemimpin Konggregasi pada waktu itu ialah Rama C. Klamer CM.

Pada tahun itu juga Konggregasi tersebut dibagi menjadi dua Konggregasi, satu dikota bawah (Kepanjen) dibawa pimpinan Rama Th. Heuvelmans CM dan yang lain dikota atas (Darmo) dibawah pimpinan Rama C. Klamer CM.

Ulang tahun ke 35 dirayakan pada tanggal 23, 24 dan 25 Agustus 1936 dengan suatu triduum yang dikunjungi dengan penuh khidmat oleh tiap anggota Konggregasi tersebut. Minggu pagi perayaan dimulai dengan Misa Besar disusul dengan suatu santapan pesta. Pemimpin pada waktu itu ialah Rama A. Weda CM.

Juga pada masa pendudukan Jepang, pertemuan-pertemuan Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” diadakan seperti biasa. Alangkah sayangnya, bahwa pemimpinnya Rama A Ijlst dalam bulan September 1943 ditawan, Semenjak itu Konggregasi tersebut tidak mempunyai pemimpin dan sementara dipimpin oleh Mere Mechtilde O.S.U dengan dibantu oleh 2 orang anggota Badan Pengurus ialah Nn. Ottie von Harras dan Nn. Erna Socrates (sekarang Mere Chrysostoma O.S.U). Syukurlah, bahwa Rama P.C.L. Dwidjasusanta Pr yang pada waktu itu merupakan Rama satu-satunya di Surabaya bersedia untuk menjadi pemimpin, setelah kedatangan Rama J.O.H. Padmasepoetra Pr dalam bulan Juli 1944.

Pada tahun 1949 Konggregasi ini menyelenggarakan bazaar dibawah pimpinan Mere Mechtilde. Hasilnya disumbangkan bagi pembangunan kembali gereja Santa Maria yang menderita rusak akibat perang.

Disamping Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” pada tahun 1949 itu juga didirikan lagi satu Konggregasi Maria Bagian Pemudi yang bergelar “Santa Maria yang tak bernoda”. Peristiwa ini merupakan perkembangan Konggregasi Maria Bagian Pemudi diparoki Kepanjen.

Ulang tahun emas diperingati dalam suasana sederhana, akan tetapi dalam rangka ini konggreganis-konggreganis hendak memperoleh bersama-sama indulgensi “Tahun Suci” dengan mengunjungi lima gereja / kapel setempat. Kunjungan tersebut baru dapat dilakukan pada tanggal 11 Oktober 1951 dengan sepeda dan bis. Pemimpin pada waktu itu ialah Rama Th. Heuvelmans, CM.

Aksi Natal 1951 yang diselenggarakan oleh anggota-anggota Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat ke surga” merupakan suatu sukses sehingga banyak keluarga miskin menerima sumbangan berupa satu keranjang Natal. Semenjak tahun itu menjadilah suatu kebiasaan Konggregasi tersebut untuk mengumpulkan pakaian-pakaian dan barang-barang dikalangan sendiri dan menyerahkan ini kepada Dana Miskin Paroki Kepanjen.

 

Pada bulan Desember banyak anggota-anggota Konggregasi ini ikut menjanji dalam “Oratorium Natal 1956” yang diselenggarakan oleh perhimpunan “Ikatan Umat Katolik Sawahan-Kepanjen-Colombo”.

Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” merayakan Hari Natal 1958 pada tanggal 26 Desember secara istimewa dalam suasana sangat gembira. Kepada tiap anggota diberikan sejilid buku renungan sebagai kenang-kenangan.

Pada tahun 1959 dibawah pimpinan Rama H.J.G Veel CM, kedua Konggregasi Maria Bagian Pemudi Paroki Kepanjen di reorganisir. Masih tetap dua konggregasi, tetapi kini yang satu khusus untuk seniores yaitu pemudi-pemudi berumur 17 tahun ke atas dan yang lain untuk juniores yaitu pemudi-pemudi yang berusia 13-17 tahun.

Pesta Tiga Raja dengan ramah tamah sekali dirayakan untuk pertama kalinya oleh Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” pada bulan Januari 1960; mungkin perayaan tersebut akan menjadi suatu tradisi.

Pada tanggal 8 Desember 1960 di gereja S. Maria diselenggarakan upacara penerimaan resmi yang agak baru. Upacara ini tidak lagi lepas daripada Kurban Misa dan berjalan demikian “ sesudah kotbah Imam, para anggota bersama-sama memperbaharui pengakuan kepercayaan. Kemudian pada waktu persembahan roti dan anggur para calon menuju kedepan untuk menyerahkan perjanjian mereka yang suci secara tertulis kepada Imam untuk dipersembahkan. Selesai Misa Kudus para calon dalam arak arakan menuju altar Santa Perawan maria akan menyerahkan diri kepada Ibu Maria. Lalu mereka diterima dengan resmi sebagai anggota. Pemeriksaan resmi diadakan sehari sebelumnya, upacara penerimaan resmi tersebut diatas telah disetujui oleh Sekretariat Nasional Konggregasi Maria di Jakarta.

**

PERAYAAN ULANG TAHUN KE 60 dimulai pada tanggal 31 Juli 1961 dengan suatu rekoleksi khusus untuk pemudi pemudi berusia 17 tahun ketas digedung Susteran Kepanjen. Rekoleksi ini, dibawah pimpinan Rama H.J.G. Veel CM, di ikuti oleh k.l 140 konggreganis dari Surabaya. Pada hari tersebut juga diundang dr. S. Kruyt untuk memberi ceramah tentang “Cinta kasih terhadap sesama manusia”.

Kemudian pada tanggal 13 Agustus 1961 diadakan Hari Masak dibawah pimpinan Nj. J.M Tio Soen Kiam, dan Nn. V.M. Mohr serta Nn. M.K. Mendoza dari The Grail. Menu terdiri dari hauw kwie kee ping, pangsit goreng dan American coffee break snack. Hasil Hari Masak sebesar kurang lebih tiga ribu rupiah disumbangkan kepada Gereja S. maria untuk pembelian patung Santa Perawan Maria.

Pada tanggal 24 Agustus 1961 digereja S. Maria dipersembahkan Misa Tripria oleh J.M.Mgr. Drs. J. Klooster CM, Uskup Surabaya, dibantu oleh Rama W.P. Janssen CM dan Rama H.J.G Veel CM. Misa ini dihadiri juga oleh Rama H. Kock, sekretaris Konggregasi Maria Keuskupan Surabaya dan k.l. 200 anggota kedua Konggregasi Maria Bagian Pemudi paroki Kepanjen, J.M. Mgr. Klooster berkotbah di dalam Misa, sedang sambutan pada waktu santapan pesta yang diadakan selesai Misa diucapkan oleh Pemimpin Konggregasi Rama Veel. Prefek mengisahkan riwayat singkat Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” sejak 60 tahun yang lalu. Santapan tersebut dimeriahkan dengan tarian tarian dan nyanyi-nyanyian. Pada hari tersebut tiap peserta mendapat gambar peringatan.

Pada malam 15 Oktober 1961 perayaan diakhiri dengan malam pertunjukan beracarakan tableau mengenai hidup seorang konggreganis, 2 sandiwara pendek masing masing berjudul “Insyaf” dan “Pekerjaan yang enak” dan beberapa nyanyian-nyanyian dan tari-tarian. Malam ini diadakan didalam suasana ramah tamah dan meninggalkan suatu kesan yang tidak mudah dapat dilupakan.

**

 

Kini Konggregrasi Maria Bagian Pemudi Paroki Kepanjen yang dimulai dengan 32 pemudi beranggotakan sebagai berikut : Bagian Seniores  105 dan Bagian Juniores  115

Mengenai seksi-seksi, Konggregasi Maria “S. Maria yang diangkat kesurga” mempunyai : seksi paduan suara, seksi perpusatakan, seksi menjait, seksi penyebaran agama (toko buku dan mengajar agama), seksi mengunjungi rumah tangga dan seksi pembantu poliklinik.

Sri Paus Pius ke-XI pernah bersabda : “Supaya Konggregasi dapat subur diperlukan Pemimpin-pemimpin yang cakap. Ini demikian penting sehingga pengaruh Konggregasi kepada masyarakat sebagian besar tergantung dari tindakan Pemimpin. Maka yang cakap membimbing dengan hati hati, tenaga dan daya yang timbul dalam jiwa pemuda/pemudi, tentu akan mencapai apa saja yang dikehendaki, tidak hanya dalam hal kesucian perseorangan, tetapi juga dalam hal kerasulan dan aktivitet”.

Maka adalah kesan yang menggembirakan bahwa Konggregasi Maria “S. maria yang diangkat kesurga” dari semula sampai sekarang senantiasa dipimpin oleh Pemimpin-pemimpin yang boleh dikatakan cakap dan bijaksana sehingga Konggregasi Maria ini selalu hidup dalam keadaan subur.

Hendak kami akhiri karangan yang sederhana ini dengan menyampaikan, atas nama para anggota, terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemimpin-pemimpin tersebut diatas dan juga kepada Suster-suster dan anggota anggota yang telah mencurahkan tenaga bagi Konggregasi Maria “Santa Maria yang diangkat kesurga”.

Semoga Konggregasi Maria Bagian Pemudi “Santa Maria yang diangkat kesurga” berusia panjang untuk keselamatan rohani pemudi-pemudi kita  – A.M.D.C

 

Elizabeth J. Crawfard

prefek.

 

Sumber : Buku Natal ’61. diterbitkan oleh Panitia Natal Dana Miskin Paroki Kepanjen – Surabaya

dengan perubahan seperlunya.

Stefani

Stefani adalah salah satu anggota KOMSOS Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *