Puncak Perayaan hut KELSAPA KE – 207

Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya berkarya sejak 1810, diawali dengan kedatangan Pastur Hendrikus Waanders. Selain itu, pencatatan pembaptisan pertama atas nama Jan George di tahun 1810 menjadi bukti kelahiran Paroki Kelsapa Surabaya. Tidak terasa, Paroki Kelsapa Surabaya memasuki usianya ke 207 tahun. Usia boleh tua namun semangat tetap muda. Itulah pedoman Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.
Berbagai acara dibuat untuk memeriahkan HUT, seperti adanya lomba setiap minggunya, ada bakti sosial ke Kediri, Kampung Warna dan Bhakti Luhur, Malang. Panitia HUT Paroki ke 207 di isi oleh Orang Muda Paroki Kelsapa Surabaya. Acara puncak HUT Paroki, yang juga bertepatan dengan Hari Kelahiran Santa Perawan Maria, Paroki Kelsapa mengadakan misa syukur. Misa ini dipimpin oleh Romo Hersemedi, Romo Sebastian, dan Romo Bani.
Lewat homili, Romo Hersemedi menghimbau umat untuk meniru apa yang dilakukan oleh Pastur Waanders, yaitu semangatnya dalam menjelajah dan menyebarkan injil di Surabaya. Semangat itulah yang diwarisi oleh kaum muda Paroki Kelsapa. Ia juga mengajak umat Kelsapa untuk merenungkan inisial “Paroki Kelsapa” yaitu P dan K.
P berarti “Potensi” yang berarti Paroki Kelsapa bisa hebat jika bisa memaksimalkan potensi yang ada yaitu umat Kelsapa. Paroki Kelsapa sekarang memiliki jumlah umat 3272 orang yang terdiri dari 148 balita, 313 anak-anak, 260 orang remaja, 520 orang dewasa usia 18-30, 1612 orang dewasa usia 30-65 tahun, dan 419 orang lansia di Paroki Kelsapa. Dengan umat yang sebanyak itu dan memiliki banyak orang muda menjadi modal untuk menumbuhkan Paroki Kelsapa.
K berarti “Keterlibatan” yang berarti tidak hanya jumlah umat yang banyak, namun juga mau terlibat akan kegiatan Paroki Kelsapa. Umat bisa meniru teladan Bunda Maria yang aktif, contohnya aktif dalam kegiatan gereja seperti menjadi pengurus lingkungan. Umat Kelsapa juga bisa meneladani Santo Yusuf. Meski tidak aktif seperti Bunda Maria, namun ia juga berperan penting. Teladan Santo Yusuf dapat kita aplikasikan dengan memberikan donasi pada kegiatan gereja dan mendoakan pengurus lingkungan agar bisa menjalankan kegiatannya dengan baik. “Jangan hanya menjadi umat yang bisanya omong saja, namun bisa memberikan kontribusi baik aktif maupun pasif”, kata Romo Hersemedi.
Selain itu, juga diadakan pelantikan pengurus lingkungan periode 2017-2020 yang berjumlah 165 orang dengan pengucapan janji. Sebelum misa ditutup, diadakan sambutan oleh Romo Hersemedi yang dilanjutkan sambutan dari Andreas Yunanto selaku ketua panitia HUT Paroki ke 207. Acara dilanjutkan dengan prosesi tumpeng dan ditutup dengan menyanyikan lagu “Mars Paroki Kelsapa”.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pesta umat. Berbagai hidangan dari setiap wilayah seperti nasi krawu, nasi bakar, nasi pecel, dan nasi jagung disajikan untuk umat paroki Kelsapa Surabaya. Selain itu, juga disediakan snack seperti es puter dan serabi yang juga melengkapi pesta umat. Pesta umat dibuka dengan sambutan dari Romo Sebastian yang juga merayakan pesta imamatnya yang ke 8. Selain itu, umat juga dihibur dengan penampilan dari setiap wilayah Paroki Kelsapa, seperti menampilkan tarian dari Kalimantan, NTT, Bali,dan daerah-daerah lain yang mencerminkan Indonesia. Di sela-sela acara, diputarkan video peserta lomba videografi HUT Paroki dan juga pembagian hadiah kuis yang dibawakan MC. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba dalam rangkaian HUT Paroki, baik lomba intern maupun ekstern. Acara ditutup dengan kembang api yang juga menutup rangkaian HUT Paroki. Semoga semangat muda dan berbudaya umat Paroki Kelsapa tidak berhenti sampai disini, namun terus membara di dalam hati setiap umat. (eric, red)

Stefani

Stefani adalah salah satu anggota KOMSOS Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *