PERSEMBAHAN SPIRITUAL

Kongregasi Maria bagian pemudi yang dengan sebutan “ SANTA MARIA YANG DIANGKAT KE SURGA” Upacara Penerimaan resmi anggota-anggota Badan Pengurus yang diselenggarakan pada tanggal : 27 April 1902, menetapakan person-personnya sebagai berikut:
Pemimpin : Rm. A.H. Nolthennius de Man,SJ
Pembantu : Nn. Mere Georgine
Prefek : Nn. Josephine Kivit
Nn. Julie Coors
Penulis : Nn. Henriette van de Bos
Bendahari : Nn. Nn. Wihelmina Suidgeest.
Anggota : Nn. Josephine Welter, Nn. Margaretha Karthaus, Nn. Mathilde van Driessche, Nn. Louise Pereira, Nn. Marie Rapmund, Nn. Louise Levers dan Nn. Marrie Levers.
Bulan berikutnya, 25 Mei 1902 penerimaan calon-calon anggota Kongregasi “SANTA MARIA DIANGKAT KE SURGA.” Selang dua tahun kemudian, Mei 1904 Kongregasi Maria ini melahirkan 2 orang anggotanya: Nn. Josephine Kivit dan Nn. Levers, menentukan pilihannya untuk memenuhi panggilan Tuhan memilih Ordo Ursulin menjadi tempat mengabdikan diri secara total. Nn Josephine Kivit dengan nama panggilan baru Mere Ignace. Dari kedua gadis ini ternyata menumbuhkan benih-benih panggilan untuk tahun-tahun berikutnya.
Di bulan Juli 1906, dokumen resmi yang dikirim ke Roma diterima di Kepausan. Dengan demikian. Kongregasi”Maria diangkat ke surga” secara resmi menerima status di Kepausan, bergabung secara internasional, bergabung pada Prima Primaria. Dengan demikian, dianggap sah danmendapat semua hak yang dianugerahkan pada Prima Primaria tersebut.
Pada tanggal 23 dan 25 Maret 1917 Kongregasi Maria Pemuda/i maupun Pria (senior) mengadakan aksi doa dengan intensi untuk memperoleh perdamaian dunia.
Dari Kongregasi Maria diangkat ke surga juga menjadi tempat tumbuhnya panggilan hidup membiara. Tercatat dalam dokumen Paroki 13 orang gadis anggotanya masuk biara. Mereka adalah : (1) Nn. Erna Socrates;(2) Nn. Ernesstine Tee;(3) Nn. Sien Tee;(4) Nn. Ciska Coffa;(5) Nn. Sonya Aardening;(6) Nn. Elly Tan;(7) Nn. Louise Krana; (8) Nn. Lies Pwee;(9) Nn. Corry Tjan;(10) Nn. Betsy Sie; (11) Nn. Lenie Oei(12) Nn. Elisabeth The;(13) Nn Lucia Kwee. Dari ke 13 orang gadis tersebut 12 orang memilih Ordo Ursulin dan seorang memilih SPM.
Siapa yang terlibat di Kongregasi tersebut ?
Inilah yang terlbat : (1) Sr. Gertrudis, SPM mendampingi Seksi menjahit; dan Sr. M.Lusia Dipoyudo, SPM mendampingi paduan suara St. Caecilia. Itulah persembahan Kelasapa untuk panggilan hidup membiara pada tahun 1961.
Tentunya pada tahun berikutnya juga ada panggilan untuk menjadi Imam, Frater . Namun pada tahun-tahun berikutnya belum tercatat benih panggilan dari Kelsapa. Karena Gereja senantiasa membutuhkan: Imam, biarawan/wati, marilah kita wujudkan doa panggilan ‘Ya Hrapan Israel” yang setiap usai Perayaan Ekaristi pada hari Minggu kita doakan. Selebihnya , semoga Kelompok Kategorial, ORKA, dimampukan untuk menyiapkan benih-benih panggilan hidup membiara menjadi Imam, biarawan/wati. Dan siapa pun dari umat Kelsapa siap sedia menjadi penerus Misi Lazaris, agar predikat Kelsapa “Cikal Bakal Gereja Keuskupan Surabaya” semakin nampak mantap di mata gereja-gereja lain di Keuskupan kita tercinta.
(Sr.M.Lina,SPM)

Menyunting dari dokumen Paroki dan dari beberapa sumber lain.

Stefani

Stefani adalah salah satu anggota KOMSOS Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *