Mengenal Lebih Dalam Mengenai Santo Vincentius

Paroki Kelsapa menjadi salah satu paroki yang menjadi karya misi CM yang dilahirkan berkat karya dari Santo Vincentius a Paulo. Untuk itu Paroki Kelsapa mengadakan Hari Vincentius 2017 dengan tema “Hidup dan Spiritualitas Santo Vincentius”.
Paroki Kelsapa mengajak umat untuk mengikuti rekoleksi untuk mengenal lebih dalam mengenai Santo Vincentius. Rekoleksi terbagi diadakan sebanyak dua kali di waktu yang berbeda.
Rekoleksi pertama untuk wilayah Bernadette Soubirous ,Dominikus ,Franiskus Xaverius,dan Hilarius pada 17 September 2017 bersama Romo Daniel Ortega, CM. Sedangkan rekoleksi kedua diadakan pada 24 September 2017 untuk wilayah Antonius Padua, Carolus Boromeus, Elisabeth, dan Gabriel bersama Romo Yosafat Roni Sentosa, CM.
Acara diawali dengan misa yang diikuti jam 8 dan dilanjutkan dengan coffee break di Balai Paroki Lantai 3. Setelah itu dilanjutkan dengan rekoleksi yang diawali dengan menyanyikan lagu. Acara kemudian diserahkan ke romo pembina dengan menjelaskan perjalanan hidup Santo Vincentius dari masa muda, masa pertobatan, hingga penjelasan mengenai karya-karyanya.
Awal menjadi imam, Ia memiliki tujuan agar Ia bisa membantu keluarganya. Namun dalam perjalannannya tidaklah mudah, Ia sempat dirampok dan ditangkap untuk dijadikan budak. Ia akhirnya berhasil melarikan diri
Dalam pengalamannya Ia lelah karena terus menerus mengejar kekayaan dan pada Januari 1617 timbulah gagasan untuk mengajar secara sederhana kepada orang-orang miskin di pedesaan dan pergi ke satu desa ke desa yang lain. Dari situ lahirlah istilah imam-imam CM yang dikenal sekarang.
Ia merasakan kegembiraan bisa melayani kepada orang miskin dan melahirkan beragam karya seperti kelahiran Asosiasi Ibu Cinta Kasih yang saat itu terdiri dari ibu-ibu bangsawan di Prancis dan Suster Puteri Kasih.
Setelah diberikan penjelasan mengenai perjalanan hidup Santo Vincentius, umat diajak untuk lebih mengarahkan hidup kepada sesama dan meniru dari semangat dari Santo Vincentius. Umat juga diberikan waktu untuk sesi tanya jawab kepada romo. Acara ditutup dengan doa penutup dan pembagian makan siang.
Perayaan Hari Vincentius ditutup dengan misa untuk merayakan hari raya Santo Vincentius. Meski s perayaan Santo Vincentius dirayakan setiap tanggal 27 September, namun karena bertepatan dengan 400 tahun perayaan Santo Vincentius maka misa diundur menjadi 28 September.
Misa dimulai pukul 18.00 yang dipimpin oleh Romo Hersemedi, Romo Sebastian, dan Romo Bani. Misa juga dihibur dengan paduan suara dan karawitan dari SMAK Stella Maris.
Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Hersemedi, kita dipilih Allah bukan karena kita mampu, justru dengan kelemahan Allah memilih kita. Jangan merasa rendah diri atau tidak mampu untuk melayani kepada sesama.Semoga perayaan Santo Vincentius dapat memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (Eric)

Stefani

Stefani adalah salah satu anggota KOMSOS Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *