“Rosario Hidup” Kelsapa

Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu. Terpujilah Engkau diantara wanita. Dan terpujilah buah tubuhmu Yesus. Santa Maria …..” Doa Salam Maria ini menggema di pastoran pada petang Minggu, 1 Oktober 2017. Untuk mengawali bulan rosario ini, umat Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya melakukan rosario hidup. Rosario hidup adalah variasi cara berdoa rosario dengan memakai manusia sebagai pengganti manik-manik pada rosario. Rosario petang hari itu diperankan oleh anak anak BIAK Paroki Kelsapa Surabaya.
Pukul setengah enam sore itu, anak anak duduk pada taman depan Pastoran, mengelilingi patung Santo Vincentius. Ini adalah kali pertama di adakan di taman pastoran. Lilin dibagikan pada umat saat awal acara. Para pembina BIAK cukup singkat dalam mempersiapkan rosario hidup ini. Mereka baru di informasikan oleh sie liturgi sebulan sebelumnya. Rosario hidup ini membutuhkan latihan sebanyak tiga kali, supaya anak tidak bosan latihan terus menerus karena anak-anak BIAK juga sudah terbiasa berdoa. Pembina BIAK mengaku kesulitan mencari anak untuk pelayanan rosario ini, karena sedang dalam masa UTS. Pada latihan pertama, yang datang tidak sampai 20. Latihan kedua, tidak fullteam lagi. Di hari ketiga, baru 59 anak sebagai manik rosario hidup ini hadir. Bahkan, Puji Tuhannya lebih 1 orang (Marcello, red) sehingga ada yang bisa membacakan peristiwa rosarionya. Sungguh Tuhan mencukupkan.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak BIAK juga bisa untuk melakukan improvisasi. Saat bagian yang didoakan berubah, anak anak BIAK ini mau dan bisa dalam berdoa. Sayangnya, perlengkapan kurang memadai. Mic yang dipakai tersendat-sendat suaranya sehingga terkesan anak BIAK tidak hafal doanya. Namun, diluar semua kendala yang ada, anak-anak BIAK dapat menyelesaikan rosario hidup ini dengan baik.
Saat manik salam maria dalam peristiwa mulia kelima rosario hampir selesai, lilin mulai dinyalakan. Setelah itu, patung bunda maria diarak ke dalam Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya. Patung Bunda Maria berada dipaling depan, menyusul petugas liturgi, Romo Paryanto, BIAK Kelsapa dan umat Kelsapa. Muda Mudi dan Orang Tua dari wilayah Antonius Padua ikut berperan dalam perarakan ini. Untuk misa pukul 18.00 ini, anak-anak BIAK tidak mengikuti misanya, karena mereka sudah mengikuti misa pada pagi harinya, baik kelas kecil ataupun kelas besar. Anak BIAK dikumpulkan di ruang BIAK dan diantarkan ke orang tua masing masing. Semoga dengan adanya kegiatan rosario hidup ini, BIAK Kelsapa semakin berkembang dalam iman. (Jani&Maria)

Stefani

Stefani adalah salah satu anggota KOMSOS Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *