“Be a Zero” UNTUK TUHAN DAN SESAMA

Sabtu, 4 November 2017 lalu, sekitar pukul 15.00 di halaman Pastoran terlihat anak-anak muda sebanyak 29 orang berkumpul untuk bersiap-siap berangkat ke suatu tempat. Ya…mereka adalah 26 pembina BIAK Kelsapa, 2 Frater, 2 fasilitator dan 1 Romo yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan ke Griya Canta Yumana, Trawas untuk melakukan kegiatan Rekoleksi Pembina BIAK. Pukul 15.10, 3 buah mobil yang mengangkut para pembina BIAK tersebut berangkat meninggalkan halaman Pastoran menuju Trawas.
Usai melalui padatnya jalan dari Surabaya – Trawas selama kurang lebih 2,5 jam, tibalah rombongan pembina BIAK di Griya Canta Yumana pukul 18.00. Setibanya di Griya, kami segera membersihkan diri, menikmati snack dan makan malam hingga pukul 19.15. Kegiatan Rekoleksi yang berlangsung selama 2 hari tersebut dibimbing oleh 2 orang fasilitator yaitu Kak Ambro dan Kak Adit. Tema Rekoleksi yang diterapkan adalah “Be a Zero”.
Sesi pertama Rekoleksi dimulai pukul 19.30 dengan ice breaking yang dipimpin oleh Kak Adit, mulai dari games berpasangan hingga berkelompok, dilanjutkan sesi materi mengenai “Be a Zero” dengan komposisi tema yaitu Humble, Openess, Trust (HOT). Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mendefinisikan tema tersebut menurut pandangan mereka dan kemudian mensharingkan ke kelompok lainnya, berlanjut ke sesi refleksi diri oleh Kak Ambro, masing-masing peserta rekoleksi diminta untuk menggambarkan jenis pohon apakah kami, secara pribadi para peserta menuliskan hal-hal apa yang mendukung dan menghambat diri mereka untuk tumbuh, serta upaya apa saja yang akan dilakukan untuk dapat terus bertumbuh. Setiap kelompok melakukan sharing yang bertujuan agar masing-masing peserta dapat saling memahami karakter sesamanya. Kak Ambro menambahkan sebuah refleksi panggilan dengan 1 pertanyaan “Apa yang Tuhan inginkan dalam diri kita?” Jawaban dari refleksi tersebut direfleksikan secara berpasangan.
Malam yang semakin larut tidak menyurutkan semangat dari para peserta rekoleksi. Kegiatan malam itu di isi dengan materi, sharing, serta games kecil yang ditutup dengan doa malam pada pukul 23.30. Keesokan hari, kegiatan rekoleksi dibuka dengan renungan pagi pada pukul 06.00 oleh Kak Ambro, di temani alunan musik nan tenang dan sayup-sayup suara alam. Para peserta rekoleksi duduk melingkar menikmati dan mensyukuri setiap kebesaran Tuhan sembari memejamkan mata, doa pagi itu membuka kegiatan kami selanjutnya. Di lapangan basket, kami melakukan games-games berkelompok, total ada 3 games yang kami mainkan. Setiap games menggambarkan makna tersendiri yang berkaitan dengan kehidupan kami dalam pelayanan, khususnya di BIAK dan hubungan kami sebagai sesama. Pemahaman akan tugas dan tanggung jawab, komitmen, kerja sama, keterbukaan, rasa saling percaya dan kerendahan diri kami masing-masing sangat ditekankan dalam setiap games yang kami lewati. Usai kegiatan di lapangan, dilanjutkan dengan berfoto bersama, lalu mandi dan sarapan pagi.
Pukul 09.30, ruang pertemuan rekoleksi sudah ramai oleh peserta, saudari Mariana selaku Ketua BIAK, membuka wacana untuk memulai rapat evaluasi kegiatan BIAK tahunan, disusul dengan penyusunan program kerja BIAK untuk tahun 2018 mendatang serta pemilihan penanggungjawab untuk kegiatan di tahun 2018. Meski dalam suasana rapat, namun tak ada ketegangan diantara kami, tawa canda saling dilemparkan untuk satu sama lain.
Misa Minggu dimulai pukul 12.00 dipimpin oleh Romo Bastian, CM dan diakhiri pada pukul 13.00. Di lanjutkan dengan makan siang dan berkemas-kemas untuk kembali ke Surabaya. Kami meninggalkan Griya Canta Yumana pukul 15.30 dan tiba di Surabaya pukul 17.00. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan sangat singkat yang hanya 2 hari, namun bagi kami kegiatan rekoleksi tersebut telah cukup mengajarkan dan memaknai diri kami arti “Be a Zero” dalam kehidupan kami sesungguhnya, yang mana kembali atau menjadi “0” bukan berarti kita menjadi tak bernilai, namun “0” tersebut tetap memiliki nilai atau menjadi ruang kosong yang siap untuk di isi kembali oleh Tuhan. (Agnes)

Stefani

Stefani adalah salah satu anggota KOMSOS Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *