Anniversary Hanya Untuk Orang Muda?

Pada saat kami, pasutri Maria-Sigit, ditunjuk sebagai ketua seksi keluarga di Paroki Kelsapa ini, program misa HUP (Hari Ulang-tahun Pernikahan) kami masukkan ke dalam program kerja seksi keluarga. Tujuan kami yang utama adalah mengajak semua pasutri yang ada di Paroki Kelsapa ini untuk tetap mengingat hari pernikahan mereka. Karena menurut pengamatan kami, banyak pasutri yang tidak ingat hari pernikahannya, terutama para suami.
Misa HUP kami adakan 2 bulan sekali, bertempatan antara minggu pertama atau minggu kedua pada bulan tersebut. Misalnya, para pasutri yang HUP-nya jatuh pada bulan November dan Desember 2017 akan kami undang untuk hadir pada misa tanggal 7 Januari 2018 pukul 10.00. Mereka kami sarankan untuk memakai baju sarimbit (baju pasangan/kembaran) sehingga mereka mendapatkan perhatian lebih, serta kami siapkan bangku khusus di depan altar untuk pasutri tersebut beserta anggota keluarga yang datang. Tidak ada acara khusus yang aneh-aneh, hanya setelah homili Romo akan memanggil para pasutri untuk maju ke depan altar untuk memperbarui janji pernikahan mereka. Setelah misa selesai, biasanya akan ada foto bersama Romo sebagai kenang-kenangan. Namun jujur saja, untuk mengajak para pasutri untuk mengikuti misa HUP ini tidaklah mudah. Ada yang bilang mereka tidak pernah merayakan hari ulang tahun pernikahannya, bahkan ada yang bilang tidak perlu karena sudah bukan umurnya. Hal ini sangat kami sayangkan. Di tengah maraknya perayaan anniversary oleh anak muda yang tengah berpacaran, menurut kami justru yang lebih penting merayakan hari jadi mereka adalah para pasutri terutama yang telah menikah lama. Misa HUP ini kami adakan bukan hanya sebagai perayaan saja, tetapi juga sebagai pengingat akan perjalanan yang telah dilalui oleh masing-masing pasutri dalam membina rumah tangga mereka serta agar mereka tetap memegang teguh janji pernikahan yang telah mereka ucapkan bertahun yang lalu. Tidak perlu pesta yang mewah karena esensinya sebuah pernikahan adalah sebuah perjanjian antara suami dan istri di hadapan Tuhan. Meskipun banyak mengalami penolakan, kami tetap bersyukur bahwa tidak sedikit juga pasutri yang dengan senang hati hadir dan mengucapkan terima kasih karena sudah diingatkan akan hari pernikahannya.
Memang dalam melayani pasti ada suka dan dukanya. Kami percaya dengan adanya misa HUP ini, setidaknya pasutri dalam menjalin relasi dapat semakin hangat dan mesra. (Maria-Sigit)

Stefani

Stefani adalah salah satu anggota KOMSOS Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *